jurnal PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL SURAT
AL- KAUTSAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE QAZMU
( Penelitian
Tindakan Pada Siswa Kelas III di SD Negeri 13 Teluk Pandan
Kabupaten
Pesawaran Provinsi Lampung )
TAHUN PELAJARAN
2023/2024
Oleh :
ROHAETI, S.Pd.I
NIM:
180955000501
UNTUK MEMENUHI
SALAH SATU TUGAS DALAM KEGIATAN UNJUK KINERJA (UKIN PENDIDIKAN PROFESI GURU PAI
A1
KEMENTERIAN
AGAMA RI
LPTK UIN IMAM
BONJOL PADANG
TAHUN 2023
Abstrak
Menghafal
al-Qur’an sejak kecil merupakan hal yang sangat mulia sebelum pelajaran
lainnya. Salah satu tujuan menghafal al-Qur’an adalah untuk membentuk generasi
muslim yang Qur’ani yakni generasi yang melakukan segala perbuatan dan ucapan
sesuai dengan al-Qur’an. Salah satu mata pelajaran pada jenjang Sekolah Dasar
yang berhubungan dengan menghafal al-Qur’an adalah mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam. Mata pelajaran ini sangat penting, sehingga diperlukan metode/
strategi yang khusus, karena strategi jauh lebih penting daripada materi.
Demikian betapa pentingnya metode/ strategi dalam proses pendidikan dan
pengajaran. Karena seorang guru tidak akan dapat melaksanakan kegiatan
pembelajaran apabila dia tidak menguasai satupun metode/ strategi mengajar yang
dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikolog dan pendidikan.
Mata pelajaran
Pendidikan Agama Islam merupakan pelajaran yang sangat penting, karena tidak
hanya memfokuskan pada membaca saja, akan tetapi melibatkan para murid dalam
kegiatan membaca, menelaah dan menghafal Al- Qur’an, baik secara keseluruhan
atupun sebagian surat atau ayat saja. Sehingga perlu diadakan kegiatan
pembelajaran yang dapat membuat peserta didik senang dan menerima materi yang
diajarkan, agar hasil yang diperoleh memuaskan.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Al-Qur’an merupakan sebuah kitab suci yang dijadikan sebagai
pedoman dan tuntunan hidup manusia. Hal ini bedasarkan pada tiga fungsi utama
dari al-Qur’an itu sendiri, yaitu; Pertama, sebagai mukjizat abadi Nabi
Muhammad SAW. Kedua, sebagai pedoman hidup (Minhajul Hayah) kaum muslimin.
Ketiga, sebagai media ibadah kaum muslimin. Menurut Al Imam Ala’uddin Ali bin
Muhammad bin Ibrahim Al-Baghdi, dalam kitab Tafsirul Khozin (Lubaab al-Ta’wil
fi ma’aani al-Tanzil) memberikan penjelasan bahwa ayat ini menjamin tentang
kesucian dan kemurnian al-Qur’an selama-lamanya. Dan juga menjaga dari
penambahan, pengurangan, pengubahan serta pergantian lafadz dan
kalimat-kalimatnya.
Meski Allah telah berjanji dalam
firman-Nya untuk memelihara al-Qur’an, kita sebagai umat muslim juga harus
menjaganya, salah satu caranya dengan menghafalkannya. Menghafal al-Qur’an adalah
diantara perangkat untuk memelihara al-Qur’an, sehingga menyiapkan orang yang
menghafal Al- Qur’an dari usia dini, dari satu generasi ke generasi lainnya,
disamping sebagai bentuk kecintaan terhadap al-Qur’an, tetapi juga sebagai
bentuk pemeliharaan al-Qur’an, yaitu memelihara al-Qur’an dengan hati (bi
al-Qalb). Menghafal al-Qur’an bukanlah hal yang impossible atau mustahil, dan
merupakan ibadah yang sangat di anjurkan. Bagi orang Islam yang ingin melakukannya,
Allah telah memberi jaminan akan mudahnya al-Qur’an untuk dihafalkan. Dalam
ajaran Islam menghafal al-Qur’an akan bernilai ibadah apabila diniatkan hanya
karena Allah SWT dan mengharap ridho-Nya. Menghafal al-Qur’an merupakan suatu
perbuatan yang sangat terpuji dan mulia. Banyak sekali hadits-hadits Rasulullah
SAW yang mengungkapkan keagungan orang yang belajar membaca atau menghafal
al-Qur’an. Para Ulama sepakat bahwa menghafal al-Qur’an hukumnya adalah fardhu
kifayah. Artinya, orang-orang yang menghafal al-Qur’an tidak boleh kurang dari
jumlah mutawattir. Artinya apabila dalam suatu masyarakat tidak ada seorang pun
yang hafal al-Qur’an, maka berdosa semuanya. Namun, jika sudah ada, maka
gugurlah kewajiban dalam suatu masyarakat tersebut.
Menghafalkan al-Qur’an merupakan
suatu perbuatan yang sangat mulia dan terpuji. Orang yang menghafalkan
al-Qur’an mendapat gelar kedudukan yang istimewa yakni ahlullah (Keluarga
Allah) di muka bumi. Dalam menghafalkan al-Qur’an diperlukan metode-metode
khusus dan tepat.
Menghafal al-Qur’an sejak kecil
merupakan hal yang sangat mulia sebelum pelajaran lainnya. Salah satu tujuan
menghafal al-Qur’an adalah untuk membentuk generasi muslim yang Qur’ani yakni
generasi yang melakukan segala perbuatan dan ucapan sesuai dengan al-Qur’an.
Salah satu mata pelajaran pada jenjang Sekolah Dasar yang berhubungan dengan
menghafal al-Qur’an adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Mata
pelajaran ini sangat penting, sehingga diperlukan metode/ strategi yang khusus,
karena strategi jauh lebih penting daripada materi. Demikian betapa pentingnya
metode/ strategi dalam proses pendidikan dan pengajaran. Karena seorang guru
tidak akan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran apabila dia tidak menguasai
satupun metode/ strategi mengajar yang dirumuskan dan dikemukakan para ahli
psikolog dan pendidikan.
Mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam merupakan pelajaran yang sangat penting, karena tidak hanya memfokuskan
pada membaca saja, akan tetapi melibatkan para murid dalam kegiatan membaca,
menelaah dan menghafal Al- Qur’an, baik secara keseluruhan atupun sebagian
surat atau ayat saja. Sehingga perlu diadakan kegiatan pembelajaran yang dapat
membuat peserta didik senang dan menerima materi yang diajarkan, agar hasil
yang diperoleh memuaskan.
Sebagaimana hasil penelitian yang
dilakukan peneliti di kelas III SD Negeri 13 Teluk Pandan, pada hari Senin 19 Juni 2023 bahwa siswa mengalami
permasalahan dan kesulitan dalam memahami
materi “Mari Menghafal Surah Al-kausar”. Yakni rendahnya dalam kemampuan menghafal surat
al-Kausar. Aspek keterampilan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas
III salah satunya adalah menghafal surat al-Kausar. Kompetensi dasar yang harus
dimiliki oleh peserta didik adalah kemampuan menghafal surat Al-Kautsar dengan
benar dan fasih.
Berdasarkan hasil penelitian, faktor
yang menyebabkan peserta didik nilainya belum mencapai KKM adalah peserta didik
kurang tertarik dalam menghafal, kurang aktif pada saat menghafal, sehingga
sangat sulit untuk mengikuti maupun menerima pembelajaran dan kurang
bersemangat dalam kegiatan pembelajaran. Melihat kondisi tersebut, maka
peneliti berinisiatif untuk memberikan metode pembelajaran yang aktif dan
inovatif. Untuk mensistematiskan suatu pembelajaran peneliti menggunakan RPP
sebagai acuan dalam pembelajaran. Serta untuk mengaitkan kemampuan menghafal
peserta didik, peneliti menggunakan metode qazmu.
Metode Qazmu adalah metode yang
digunakan dalam membantu anak untuk menghafalkan Al Qur’an. Dengan tiga
pendekatan yaitu, Qira’ah, Ziyadah dan Muroja’ah dapat mempermudah peserta
didik untuk menghafalkan Al Qur’an. Alasan menggunakan metode Qazmu ini siswa
akan memiliki daya ingat yang kuat terhadap ayat-ayat yang telah dihafalkannya.
Sebab salah satu karakter dari al-Qur’an adalah Allah SWT menjadikan al- Qur’an
mudah hilang dari ingatan seseorang apabila dihafalkan dengan tidak
sungguh-sungguh. Sebagaimana sabda Rasulullah sebagai berikut: “Selalulah
bersama al-Qur’an demi Dzat yang jiwa Muhammad SAW. Berada ditangannya.
Sesungguhnya al-Qur’an itu lebih cepat hilangnya daripada tali unta dalam ikatannya.”(Muttafaqun
‘Alaih). Bedasarkan uraian diatas peneliti termotivasi untuk melakukan
penelitian tindakan kelas yang berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Menghafal
Al-Kautsar Dengan Menggunakan Metode Qazmu”
B.
Pembatasa dan Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
kemampuan menghafal surah Al-Kautsar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di
kelas III SD Negeri 13 Teluk Pandan sebelum menggunakan metode qazmu?
2.
Bagaimana
kemampuan menghafal surah Al-Kautsar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di
kelas III SD Negeri 13 Teluk Pandan dengan menggunakan metode qazmu?
3.
Apakah
kemampuan menghafal surah Al-Kautsar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di
kelas III SD Negeri 13 Teluk Pandan dapat meningkat setelah menggunakan metode
qazmu?
C.
Tujuan Penelitian
1.
Untuk
mengetahui kemampuan menghafal surah Al-Kautsar mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam di kelas III SD Negeri 13 Teluk Pandan sebelum menggunakan metode qazmu.
2.
Untuk
mengetahui kemampuan menghafal surah Al-Kautsar mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam di kelas III SD Negeri 13 Teluk Pandan dengan menggunakan metode qazmu.
3.
Untuk
mengetahui kemampuan menghafal surah Al-Kautsar mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam di kelas III SD Negeri 13 Teluk Pandan dapat meningkat setelah
menggunakan metode qazmu
D.
Manfaat Penelitian
1.
Teoritis
Dengan dilaksanakannya penelitian ini dengan judul Upaya
Meningkatkan Kemampuan Menghafal Siswa Melalui Metode Qazmu Pada Materi Surah Al-Kautsar
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 13 Teluk Pandan Kabupaten
Pesawaran diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan tentang
hal-hal yang bersangkutan dengan metode pembelajaran, pengaruhnya dalam
mendukung kemampuan siswa menyerap informasi serta bagaimana penerapannya dan
penilaiannya di dalam kelas sehingga dapat menjadi masukan guru dalam proses
pembelajaran selanjutnya khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
2.
Praktis
a.
Untuk
Lembaga Tempat Penelitian
Sebagai bahan
masukan dalam melaksanakan aktivitas belajar mengajar di sekolah secara baik,
dengan tujuan mencapai keberhasilan siswa dalam belajar, terutama dalam bidang
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
b.
Untuk
Tenaga Pendidik
Dengan
dilaksanakannya penelitian ini dengan peningkatan kemampuan menghafal siswa
melalui metode Q azmu pada materi surah Al-Kautsar mata pelajaran, maka guru
akan lebih mudah untuk dapat memilih metode yang sesuai dengan tujuan dan
kompetensi pembelajaran.
c.
Untuk
Siswa
Dengan
dilakukannya penelitian ini tentang peningkatan kemampuan menghafal siswa
melalui metode Qazmu pada materi surah pendek mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam di SD Negeri 13 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, diharapkan bagi siswa
agar mampu meningkatkan kemampuan menghafal mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam dan menjadi pribadi yang aktif, kreatif dan inovatif.
d.
Untuk
Orang tua
Kegunaan metode
ini akan berdampak baik bagi siswa jadi orang tua tidak sulit membangun
motivasi untuk anaknya.
e.
Untuk
Peneliti Selanjutnya
Dengan
dilakukan penelitian ini tentang peningkatan kemampuan menghafal siswa melalui
metode Qazmu pada materi surah Al-Kautsar mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam, peneliti memperoleh pengalaman dan wawasan baru, khususnya mengenai
penggunaan metode Qazmu terhadap kemampuan menghafal siswa.
KERANGKA TEORI
A.
Landasan Teori
1.
Landasan
Teosentris Penelitian
Tahfidz Al-Qur‟an berasal dari dua suku kata, yaitu tahfidz dan
Al- Qur‟an, yang makna keduanya mempunyai arti yang berbeda. Pertama
tahfidz yang mempunyai arti menghafal, menghafal dari kata dasar hafal yang
dari bahasa arab hafidza-yahfadzu, yaitu lawan dari lupa. Untuk memahami arti
menghafal, dalam kutipan bahasa Arab yaitu “hafadza” artinya memelihara,
menjaga, menghafal. Al-hifdz (hafalan) secara bahsa (etimologi) adalah lawan
daripada lupa, yaitu selalu ingat dan sedikit lupa. Penghafal adalah orang yang
menghafal dengan cermat dan termasuk sederetan kaum yang menghafal. Sedangkan
menurut Ibnu Madzkur yang dikutip dalam buku Teknik Menghafal Al-Qur‟an
karangan Abdurrab Nawabuddin berkata bahwa menghafal adalah orang yang selalu
menekuni pekerjaannya, pernyataan ini merujuk pada Al-Qur‟an surat al-Baqarah
ayat 238:
“Peliharalah semua shalat, dan shalat wusta‟. Dan laksanakanlah
(shalat) karena Allah dengan khusyu‟.
Pertama, Menghafal
Al-Quran membuat hati tidak akan kosong dari kalamullah atau firman Allah. Ini
sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Hakim dari Ibnu Abbas, bahwa
Nabi Saw bersabda;
Orang yang tidak mempunyai hafalan Al-Quran sedikitpun adalah
seperti rumah kumuh yang mau runtuh.
Kedua, orang yang
hafal Al-Quran lebih berhak untuk menjadi imam shalat. Ini sebagaimana
disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim, Nabi Saw bersabda;
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب هللا فإن كانوا في القراءة سواء فأعلمهم
بالسنة فإن كانوا في السنة سواء فأقدمهم هجرة فإن كانوا في الهجرة سواء فأقدمهم
سلما وال يؤمن الرجل الرجل في سلطانه وال يقعد في بيته على تكرمته إال بإذنه
Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling banyak hafalan Kitab
Allah. kalau dalam bacaan (hafalan) itu sama, maka yang lebih mengetahui
sunnah. Kalau dalam sunah sama, maka yang paling dahulu hijrahnya. Kalau dalam
hijrahnya sama, maka yang paling dahulu masuk Islam. Dan jangan seseorang menjadi
Imam atas saudaranya dalam kekuasaannya. Dan jangan duduk di tempat duduk
khusus di rumahnya kecuali atas seizinnya.
Ketiga, penghafal
Al-Quran bisa memberikan syafaat kepada sepuluh anggota keluarganya kelak di
hari kiamat. Ini sebagaimana terdapat dalam hadis riwayat Ibnu Majah dari
Sayidina Ali, bahwa Nabi
Saw bersabda;
Barangsiapa membaca Al-Quran dan menghafalkannya, maka Allah akan
memasukkannya ke dalam surga serta akan memberi syafaat kepada sepuluh dari
keluarganya yang seharusnya masuk neraka.
Keempat, Allah tidak
menyiksa jasad orang yang menghafalkan Al-Quran. Ini sebagaimana terdapat dalam
hadis riwayat Imam Al-Darimi dari Abu Umamah, bahwa Nabi Saw bersabda;
Bacalah Al-Quran karena Allah tidak akan menyiksa hati yang berisi
Al- Quran. Dan sesungguhnya Al-Quran ini adalah jamuan Allah, maka siapa yang
masuk di dalamnya, dia pun aman. Dan siapa mencintai Al-Quran, maka berilah
kabar gembira kepadanya.
2.
Konsep
Kemampuan Menghafal Al-Qur’an
Salah satu komponen penting dalam belajar adalah kemampuan ingatan
dari peserta didik, karena sebagian besar pelajaran di sekolah adalah
mengingat. Mengingat juga memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.
Namun yang lebih penting dalam peranan proses belajar adalah kemampuan peserta
didik untuk memproduksi kembali pengetahuan yang sudah diterimanya, misalnya
pada waktu ujian para peserta didik harus memproduksi kembali pengetahuan dan
pemahaman yang diperoleh selama megikuti pelajaran.
Menurut
Atkinson dan Siffrin, sistem ingatan manusia dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1)
Sensori
memori (sensory memory) mencatat informasi atau stimulus yang masuk melalui salah satu atau kombianasi
pancaindra, yaitu secara visual melalui mata, pendengaran melalui telinga,
aroma melalui hidung, rasa melalui lidah dan rabaan melalui kulit. Bila
informasi atau stimulus tersebut tidak diperhatikan akan langsung terlupakan,
namun bila diperhatikan maka informasi tersebut ditransfer ke sistem ingatan
jangka pendek.
2)
Ingatan
jangka pendek (short term memory) dalam suatu saat menyimpan informasi atau
stimulus selama kurang lebih 30 detik, dan hanya sekitar tujuh bongkahan
informasi (chunks) dapat dipelihara dan disimpan di sistem ingatan jangka
pendek suatu saat. Setelah berada di sistem ingatan jamgka pendek, informasi tersebut
dapat ditransfer lagi melalui proses rehearsal (latihan /pengulangan kesitem
ingatan jangka panjang.
3)
Ingatan
jangka panjang (long term memory) ditranfer ke sistem ingatan jangka panjang
untuk disimpan, atau dapat juga informasi tersebut hilang atau terlupakan
karena tergantikan oleh tambahan bongkahan informasi yang baru.
Seiring dengan
bertambahnya usia, yang berkait erat dengan perkembangan psikologi anak,
seorang peserta didik dapat mengembangkan cara yang lebih baik untuk mengingat
sehingga peserta didik lebih mampu mengolah pasukan baru. Salah satu ciri khas
dari perkembangan intelektual ialah bertambahnya kemampuan untuk memonitor dan
mengarahkan proses berfikirnya sendiri, mulai dari memusatkan pada sesuatu,
menyimpan informasi di ingatan jangka pendek dan menggali ingatan jangka
panjang.
Ciri ini
dikenal dengan kemampuan metakognisi yaitu pengetahuan tentang proses berfikir
pada diri sendiri dan pada orang lain. Seperti nampak dalam cara menghafal
sesuatu secara efisien sehingga dapat menghafal dan menyelesaikan suatu problem
secara lebih cepat. Pengetahuan semacam ini bagi peserta didik yang belajar di
sekolah sangat penting. Dalam menghafal peserta didik mempelajari sesuatu
dengan tujuan memproduksi kembali kelak dalam bentuk harfiah, sesuai dengan
perumusan dan kata-kata yang terdapat dalam materi asli.
Dengan demikian
peserta didik dapat belajar bagaimana cara-cara menghafal yang baik sehingga
materi cepat dihafal dan tersimpan dalam keadaan siap direproduksi secara
harfiah pada saat dibutuhkan.
3.
Konsep
Tentang Pengertian Surah Al-Kautsar
Surat Al Kautsar merupakan surat ke-108 dalam Al Quran. Diturunkan
di Mekah, surat ini terdiri dari 3 ayat dan terpendek dalam Al Quran. Al
Kautsar sendiri artinya nikmat yang berlimpah. Berikut ini surat Al Kautsar,
lengkap arti dan keutamaannya:

Dikutip dalam web muslimah, isi
kandungan atau makna surat Al Kautsar ini kemudian disarikan dalam Tafsir Al
Quranil'Adhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az
zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafisr Al Azhar karya
Buya Hamka:
Surat Al Kautsar menunjukkan bahwa
Allah SWT memberikan nikmat yang banyak kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam. Nikmat yang banyak itu di antaranya adalah keturunan yang banyak dan
telaga al kautsar di surga kelak. Dalam buku berjudul 'Mutiara Juz'amma' oleh
H. Sakib Machmud bahwa Al Kautsar adalah nama telaga yang terdapat di surga.
Pendapat ini didasarkan pada suatu riwayat yang menceritakan Rasul bertanya
kepada beberapa sahabat, "Tahukah kalian apa yang disebut Al-Kautsar itu?
Seperti biasa mereka menjawab "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Beliau kemudian bersabda, "Al Kautsar adalah danau di surga yang
dianugerahkan kepadaku. Di sana terdapat banyak kebaikan." Surat Al Kautsar
memberikan arahan kepada Rasulullah untuk mensyukuri nikmat yang banyak itu
dengan sholat dan qurban. Yakni shalat yang ikhlas karena Allah dan qurban yang
dipersembahkan kepada-Nya semata.
Surat ini juga memberitakan bahwa
orang-orang yang membenci Rasulullah, merekalah orang-orang yang 'abtar', yakni
terputus dari kebajikan dan rahmat Allah. Juga terputus dari sejarah dikenal
sebagai orang baik, bahkan di antaranya benar-benar terputus keturunannya.
Keutamaan dari surat Al Kautsar ini
adalah manfaat untuk menebar kebaikan. Dan jangan lupa untuk ikhlaskan niat
karena Allah dalam beribadah.
4.
Konsep
Tentang Metode Qazmu dalam menghafal surah pendek al- Kausar
Metode Qazmu adalah metode yang digunakan dalam membantu anak untuk
menghafalkan Al Qur’an. Dengan tiga pendekatan yaitu, Qira’ah, Ziyadah dan
Muroja’ah dapat mempermudah peserta didik untuk menghafalkan Al Qur’an. Qira’ah
adalah pendekatan tentang teknik dalam membaca Al Qur’an berdasarkan makhorijul
huruf dan hukum bacaannya. Peserta didik akan mendapatkan kesulitan dalam
menghafalkan ayat yang panjang. Dengan metode ini, peserta didik diajarkan
untuk menghafalkan ayat yang panjang tersebut dengan cara dipotong-potong
sesuai dengan artinya setelah itu peserta didik menghafalkan penggalan ayat-ayat
tersebut lalu ketika semua telah bisa dihafalkan barulah keseluruhan ayat
digabung untuk dihafalkan secara keseluruhan. Dengan cara ini, peseta didik di
permudah dalam menghafalkan ayat-ayat yang panjang. Hal ini disampaikan oleh
beberapa peserta didik bahwa sangat membantu dalam menghafalkan ayat-ayat Al
Qur’an terutama yang ayatnya panjang. Dalam pembelajaran tajwid serta hukum
bacaan yang terdapat dalam Al Qur’an diajarkan dalam mata pelajaran Al Qur’an.
Hal ini dilakukan agar peserta didik bisa lebih focus dalam menghafalkan
ayat-ayat Al Qur’an. Karena jika pembelajaran tajwid dilakukan akan menambah
waktu dan menghafanya tidak akan maksimal. Oleh karena itu pihak sekolah
memberikan waktu khusus dalam mengajarkan Al Qur’an yang berhubungan dengan tajwid
serta hukum bacaannya.
Ziyadah adalah pendekatan yang dilakukan pengajar dalam menghafalakan
ayat-ayat Al Qur’an. Pendekatan ini digunakan untukmemberikan target hafalan
yang harus disetor oleh peserta didik. Dengan adanya sistem target ini, siswa
mempunyai motivasi untuk menghafalkan Al Qur’an tepat waktu dan terjadwal. Hal
ini memberikan tantangan tersendiri bagi peserta didik dan dibuktikan bahwa
peserta didik tidak mersa terbebani akan tetapi peserta didik merasa tertantang
dan senang. Pada akhirnya peserta didik akan bisa menghafalkan ayat-ayat Al
Qur’an tepat waktu sesuai dengan target dari sekolah. Muroja’ah adalah
pendekatan yang sering digunakan oleh para penghafal Al Qur’an. Muroja’ah
adalah kegiatan mengulangi bacaan-bacaan agar hafalan Al Qur’an tidak mudah
hilang dan terus terjaga. Pendekatan ini adalah pendekatan yang paling penting
karena dari pendekatan ini peserta didik akan menjaga hafalan ayat-ayat mereka.
Dalam memelihara dan menjaga hafalan mereka, para penghafal Al Qur’an akan
melakukan muroja’ah agar terus diingat dan terus melekat di ingatan mereka.
Kegiatan ini bisa dilakukan ketika para peserta didik menyetor hafalan dalam
satu surat atau bahkan ketika waktu lengang atau disela-sela waktu belajar.
Bahkan diantara peserta didik ada yang langsung mengaplikasikan langsung dalam
sholat.
5.
Skema
Kerangka Pemikiran

B.
Penelitian Terdahulu
1.
Penelitian
Viorsi Okma Julita pada tahun 2015 dengan judul jurnal Efektivitas metode vact
untuk meningkatkan hafalan surah al-kautsar bagi anak Tunarungu. Menyatakan
hasil metode vact efektif digunakan untuk meningkatkan hafalan surah al-kautsar
bagi anak tunarungu di SLB luak nan Bungsu kota payakumbuh. Hal ini dibuktikan
dengan analisis grafik dan perhitungan yang cermat terhadap data yang diproleh
dilapangan.
2.
Penelitian
Yuliarti pada tahun 2012 dengan judul skripsi peningkatan motivasi dalam
menghafal surat-surat pendek melalui strategi peninjauan ulang dalam
pembelajaran PAI siswa kelas IV SDN 006 Pasir sialang kecamatan Bangkinang
seberang Kab.Kampas menyatakan dari hasil penelitian tindakan kelas yang
penulis lakukan maka dapat disimpulkan bahwa motivasi menghafal siswa kelas 4
SDN 006 Pasir sialang kec.Bangkinang seberang dapat ditingkatkan melalui
strategi peninjauan ulang. Hal ini terbukti dari perolehan akhir persentase
tindakan kelas yaitu pada siklus III Alternatif “’Ya’” 174 persentasenya 85,29
% maka hasil penelitian ini di kategorikan sangat tinggi.
3.
Penelitian
Musjafat Assjari dan sufi Ainun Farhah pada tahun 2012 dengan judul jurnal Pengaruh
metode Tasmi terhadap peningkatan kemampuan menghafal surat-surat pendek
Al-Qurán pada anak cerebral palsy menyatakan berdasarkan hasil analisis data
secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa metode Tasmi dapat meningkatkan
kemampuan menghafal surat al-kautsar,An Nashr,serta al-falaq pada sumber subjek
GAG yaitu seorang siswa yang mengalami kondisi cerebral palsy tipe paraplegi
dengan hambatan kecerdasan ringan.
Penelitian
terdahulu dapat dilihat orisinilitasnya dalam tabel di bawah ini:
Tabel 1.1.
Perbedaan
Penelitian Dengan Penelitian Sebelumnya
|
Nama
Peneliti, Judul dan Tahun
Penelitian |
Persamaan |
Perbedaan |
Orisinilitas
Peneliti |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
|
Viorsi Okma Julita. 2015.
Efektitivitas metode vact untuk meningkatkan hafalan surat alkautsar bagi anak tunarungu. |
Meningkatkan kemampuan menghafal surat alkautsar |
Mempengaruhi peningkatan hafalan dengan metode vact |
Meningkatkan hasil hafalan surat al-kautsar |
|
Yuliarti. 2012. Peningkatan motivasi dalam menghafal suratsurat pendek melalui strategi peninjauan
ulang dalam pembelajaran PAI siswa kelas IV SDN 006 Psir Sialamg Kec.Bangkinang seberang Kab.kampas |
Berupaya Meningkatkan hafalan suratsurat pendek |
Mempengaruhi motivasi menghafal
surat-surat |
Berupaya meningkatkan hasil belajar siswa dalam peningkatan
kemampuan belajar |
|
Musjafat Assjari dan sufi Ainun Farhah. 2012. Pengaruh metode tasmi terhadap peningkatan kemampuan menghafal surat-surat pendek alqur’an pada anak cerebral palsy |
Meningkatkan kemampuan hafalan suratsurat pendek |
Pembelajaran menggunakan metode tasmi |
Metode qazmu yang menjadi
metode dalam meningkatakan hafalan al-kautsar |
C.
Hipotesis Tindakan
Adapun
hipotesis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Qazmu yang dapat
dijadikan sebagai proses pembelajaran untuk dapat meningkatkan kemampuan
menghafal siswa kelas III pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi
surah Al-Kautsar pada siswa kelas III SD Negeri 13 Teluk Pandan Kabupaten
Pesawaran Provinsi Lampung.
METODE PENELITIAN
A.
Jenis
Penelitian
Metode
yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif. Merupakan suatu metode
dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu
sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari
penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau
lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat
serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Metode deskriptif adalah suatu
metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil
penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.
Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.
Model penelitian yang digunakan
yaitu Peneitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah suatu
bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan
tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktikpraktik pembelajaran
dikelas secara lebih professional. PTK berupaya meningkatkan dan mengembangkan
profesionalisme guru dalam menunaikan tugasnya. Dalam literatur berbahasa
Inggris, PTK dikenal dengan istilah clasroom action research, yang disingkat
CAR. PTK atau CAR menjadiperhatian para ahli pendidikan dunia, seiring dengan
perubahan pola pandang masyarakat terhadap tugas pendidik sebagai profesi yang
tidak lagi inferior.Para praktisi pendidikan dunia berupaya memposisikan
pekerjaan guru sebagai profesi yang sejajar dengan profesi-profesi yang
lainnya. Kalau dulu guru dianggap sebagai semiprofesi, saat ini pekerjaan guru
sedang digiring untuk menjadi profesi yang seutuhnya.Classroom action research
(CAR) adalah action researchyang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Action
research pada hakikatnya merupakan rangkaian “risettindakan-riset-tindakan-...”,
yang dilakukan secara siklik, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah
itu terpecahkan. Ada beberapa jenis action research, dua di antaranya adalah
individual action research dan collaborative action research (CAR). Jadi CAR bisa
berarti dua hal, yaitu classroom action research dan collaborative action
research; dua-duanya merujuk pada hal yang sama.Action research termasuk
penelitian kualitatif walaupun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat
kuantitatif. Action research berbeda dengan penelitian formal, yang bertujuan
untuk menguji hipotesis dan membangun teori yang bersifat umum (general).
Action research lebih bertujuan untuk memperbaiki kinerja, sifatnya kontekstual
dan hasilnya tidak untuk digeneralisasi. Namun demikian hasil action research
dapat saja diterapkan oleh orang lain yang mempunyai latar yang mirip dengan
yang dimliki peneliti.
B.
Variabel Penelitian
Berdasarkan
pendapat beberapa ahli, bahwa variabel penelitian adalah atribut atau sifat
atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Dalam
Penelitian tindakan kelas terdapat beberapa variable yang di teliti, Pada
bagian ini ditentukan variabel-variabel penelitian yang dijadikan fokus utama
untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa:
1.
Variabel
input yang terkait dengan siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar,
prosedurevaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya;
2.
Variabel
proses KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, guru,
gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode mengajar
di kelas, dan sebagainya,
3.
Variabel
output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan
pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman
belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.
C.
Populasi dan Sampel
1.
Populasi
Suatu penelitian dibutuhkan objek
yang akan diteliti untuk mencapai tujuan dari penelitian. Data-data dari objek
yang diteliti merupakan data yang dibutuhkan oleh peneliti untuk proses
penganalisaan data. Objek yang akan diteliti masih berupa populasi yang dipilih
oleh peneliti. Menurut Sugiyono (2013: 117) “populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan
karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulan.”.
Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas 3 yang terdiri dari laki-laki sebanyak 17 siswa dan
perempuan sebanyak 13 siswa.
2.
Sampel
Sampel adalah objek penelitian yang masih berupa populasi harus
dikerucutkan menjadi suatu sampel penelitian. Sudjana (2005: 6) menyatakan
bahwa “Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi.” Senada dengan
pendapat Sudjana, Sugiyono (2013: 118) mengemukakan bahwa “sampel adalah bagian
dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Sampel
atau responden dalam penelitian ini siswa kelas 3 yang terdiri dari laki-laki 6
siswa dan perempuan 4 siswi.
D.
Jenis, Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
1.
Jenis
Data Penelitian
Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
kuantitatif. Menurut Sugiyono Data kuantitatif adalah jenis data yang dapat
diukur atau dihitung secara langsung yang berupa informasi atau penjelasan yang
dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka. Dalam hal ini data kuantitatif yang diperlukan
adalah gambaran motivasi belajar siswa, yang diperoleh dengan menggunakan observasi.
2.
Sumber
Data Penelitian
Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian ini adalah subyek
dari mana data dapat diperoleh. Dalam
penelitian ini penulis menggunakan sumber data primer. Sumber data primer,
yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (atau petugasnya) dari
sumber pertamanya.
3.
Teknik
Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang akan nantinya diperoleh dalam penelitian
ini,maka digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :
a)
Tes
Tes yaitu
instrumen untuk mengukur perilaku, atau kinerja seseorang. Alat ukur tersebut
berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan kepada masing-masing subyek yang
menuntut penemuan tugas-tugas kognitif. Respon atau jawaban yang diberikan
subyek terhadap pertanyaan tersebut diberi nilai angka yang mencerminkan karakteristik
subyek.
b)
Observasi
Observasi,
dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang proses pembelajaran yang
dilakukan olehguru sesuai dengan sesuai dengan tindakan yang telah disusun.
Melalui pengumpulan informasi, observer dapat dicatat berbagai kelemahan dan
kekuatan yang dilakukan guru dalam melaksanakan tindakan, sehingga guru dapat
mengetahui sejauh mana kesesuaian tindakan dengan rencana yang telah disusun
untuk mengetahui sejauh mana tindakan dapat menghasilkan perubahan yang sesuai
dengan yang dikehendaki.
c)
Dokumentasi
Dokumentasi,
Yaitu pengolahan data dokumen dari hasil evaluasi siswa dengan menggunakan
Metode menghafal kitabah.
E.
Teknik Analisis dan Pengujian Hipotesa
1.
Teknik
Analisis Data
Miles dan Hubermen (1984), mengemukakan bahwa aktivitas dalam
analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara
terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh. Ukuran kejenuhan data
ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru. Aktivitas
dalam analisis meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data
display) serta Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/
verification). Analisis data kualitatif model Miles dan Hubermen terdapat 3
(tiga) tahap:
a.
Tahap
Reduksi Data
Sejumlah
langkah analisis selama pengumpulan data menurut Miles dan Huberman adalah:
1)
meringkaskan
data kontak langsung dengan orang, kejadian dan situasi di lokasi penelitian.
Pada langkah pertama ini termasuk pula memilih dan meringkas dokumen yang
relevan.
2)
pengkodean.
Pengkodean hendaknya memperhatikan setidak-tidaknya empat hal: 1) Digunakan
simbul atau ringkasan. 2) Kode dibangun dalam suatu struktur tertentu. 3) Kode
dibangun dengan tingkat rinci tertentu. 4) Keseluruhannya dibangun dalam suatu
sistem yang integratif.
3)
dalam
analisis selama pengumpulan data adalah pembuatan catatan obyektif. Peneliti
perlu mencatat sekaligus mengklasifikasikan dan mengedit jawaban atau situasi
sebagaimana adanya, faktual atau obyektif-deskriptif.
4)
membuat
catatan reflektif. Menuliskan apa yang terangan dan terfikir oleh peneliti
dalam sangkut paut dengan catatan obyektif tersebut diatas. Harus dipisahkan
antara catatan obyektif dan catatan reflektif.
5)
membuat
catatan marginal. Miles dan Huberman memisahkan komentar
peneliti mengenai subtansi dan
metodologinya. Komentar subtansial merupakan catatan marginal.
6)
penyimpanan
data. Untuk menyimpan data setidak- tidaknya ada tiga hal yang perlu
diperhatikan: 1) Pemberian label 2) Mempunyai format yang uniform dan
normalisasi tertentu 3) Menggunakan angka indeks dengan sistem terorganisasi
baik.
7)
analisis
data selama pengumpulan data merupakan pembuatan memo. Memo yang dimaksud Miles
dan Huberman adalah teoritisasi ide atau konseptualisasi ide, dimulai dengan
pengembangan pendapat atau porposisi.
8)
analisis
antarlokasi. Ada kemungkinan bahwa studi dilakukan pada lebih dari satu lokasi
atau dilakukan oleh lebih satu staf peneliti. Pertemuan antar peneliti untuk
menuliskan kembali catatan deskriptif, catatan reflektif, catatn marginal dan
memo masing-masing lokasi atau masing-masing peneliti menjadi yang konform satu
dengan lainnya, perlu dilakukan.
9)
pembuatan
ringkasan sementara antar lokasi. Isinya lebih bersifat matriks tentang ada
tidaknya data yang dicari pada setiap lokasi.
b.
Tahap
Penyajian Data / Analisis Data Setelah Pengumpulan Data
Pada tahap ini
peneliti banyak terlibat dalam kegiatan penyajian atau penampilan (display)
dari data yang dikumpulkan dan dianalisis sebelumnya, mengingat bahwa peneliti
kualitatif banyak menyusun teks naratif. Display adalah format yang menyajikan
informasi secara tematik kepada pembaca. Miles dan Huberman memperkenalkan dua
macam format, yaitu : diagram konteks (context chart) dan matriks. Miles,
Huberman (1984)
Penelitian
kualitatif biasanya difokuskan pada kata-kata, tindakan- tindakan orang yang
terjadi pada konteks tertentu. Konteks tersebut dapat dilihat sebagai aspek
relevan segera dari situasi yang bersangkutan, maupun sebagai aspek relevan
dari sistem sosial dimana seseorang berfungsi (ruang kelas, sekolah, departemen,
keluarga, agen, masyarakat lokal).
Penyajian data
diarahkan agar data hasil reduksi terorganisirkan, tersusun dalam pola
hubungan, sehingga makin mudah dipahami dan merencanakan kerja penelitian
selanjutnya. Pada langkah ini peneliti berusaha menyusun data yang yang relevan
sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu.
Prosesnya dapat dilakukan dengan cara menampilkan data, membuat hubungan antar
fenomena untuk memaknai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti
untuk mencapi tujuan penelitian. Penyajian data yang baik merupakan satu
langkah penting menuju tercapainya analisis kualitatif yang valid dan handal.
Miles dan Hubermen menyatakan: ”the most frequent form of display data
qualitative research data in the post has been narrative text” / yang paling
sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan
teks yang bersifat naratif.
c.
Tahap
Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Langkah
selanjutnya adalah tahap penarikan kesimpulan berdasarkan temuan dan melakukan
verifikasi data. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa kesimpulan awal yang
dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila ditemukan bukti-
bukti buat yang mendukung tahap pengumpulan data berikutnya. Proses untuk
mendapatkan bukti-bukti inilah yang disebut sebagai verifikasi data.
Apabila
kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang kuat
dalam arti konsisten dengan kondisi yang ditemukan saat peneliti kembali ke
lapangan maka kesimpulan yang diperoleh merupakan kesimpulan yang kredibel.
Kualitas suatu data dapat dinilai melalui beberapa metode, yaitu, mengecek
representativeness atau keterwakilan data, mengecek data dari pengaruh
peneliti, mengecek melalui triangulasi d.melakukan pembobotan bukti dari sumber
data-data yang dapat dipercaya, membuat perbandingan atau mengkontraskan data menggunakan
kasus ekstrim yang direalisasi dengan memaknai data negatif.
2.
Model
Analisis Data
a.
Analisis
Hasil Observasi
Masing-masing
Lembar Observasi dihitung dengan mencari nilai rerata minat siswa berdasarkan
lembar observasi:
Sedangkan
kategori yang ditentukan adalah:
|
Skala |
Deskripsi |
|
80-100 |
Kemapuan Sangat Tinggi |
|
60-79 |
Kempuan Tinggi |
|
40-59 |
Kemampuan Cukup |
|
20-39 |
Kemampuan Kurang |
|
0-19 |
Tidak Ada Kemampuan |
b.
Analisis
Catatan Refleksi
Catatan
Refleksi akan dianalisis dengan mengacu kepada pemenuhan tuntutan perbaikan
dalam proses pembelajaran dan dimasukkan pada bagian perencanaan di siklus
berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahzami
Samiun Jazuli, DR, Kehidupan Dalam Pandangan Islam, (Solo : Gema Insani, 2006),
24.
Ala’uddin
Ali bin Muhammad, Tafsirul Khozin/Lubab al-Ta’wil fi ma’aani al Tanzil, (Beirut
: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, 2004), 65-66.
Supian,
Ilmu-ilmu Al-Qur’an : Tajwid, Tahfizh Dan Adab Tilawah Al- Qur’an Al-Karim,
(Jakarta : Gaung Persada Press, 2012), 190.
Mukhlisoh
Zawawie, Pedoman Membaca, Mendengar dan Menghafal Al-
Qur’an(Solo:
Tinta Medina, 2011), 71.
Ahsin,
Bimbingan., 26.
Sa’dulloh,
9 Cara Praktis Menghafal al-Qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2008), 19.
Wiwi Alawiyah Wahid, Cara Cepat Bisa Menghafal Al-Qur’an, (Yogyakarta: Diva Press,
2012), 13.
Syaiful
Bahri Djamarah & Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : Rineka
Cipta, 2010), 72.
Peraturan
Menteri Agma RI, Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Bahasa Arab Nomor 165, (Jakarta: Kementrian Agama RI, 2014),17.
Wiwi,
Cara., 78
Kementrian
Agama RI, (2010), Al-Qur‟an Tajwid dan Terjemahnya,Jakarta: PT
Sygma Examedia
Arkanleema, hal.39
Moh
Juriyanto 2021 Hadis-hadis keutamaan menghafal al-qur’an bincang syariah
https://bincangsyariah.com/kalam/hadis-hadis-keutamaan-menghafal-al- quran/
Panca
Budiman. 2019. Upaya Meningkatkan Kemampuan Menghafal Siswa Melalui Metode
Kitabah Pada Materi Surah Al-Bayyinah Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis Kelas V di
MIS Al-Hidayah Desa Muka Paya Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Sumatra Utara.
UIN MEDAN.
Lusiana Mustinda Surat Al-Kautsar, Lengkap Arti Makna dan
Keutamaannya detik news /berita
https://news.detik.com/berita/d-4757722/surat-al-kausar-lengkap-arti-
makna-dan-keutamaannya
Dian
Mego Anggraini 2019 Metode Menghafal Al Qur’an Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di
Sdi Al Munawwarah Pamekasan
Viorsi
okma 2015 Jurnal Efektifivitas metode vact untuk meningkatkan hafalan surat
al-kautsar bagi anak Tunarungu
Yuliarti.
2012. Peningkatan motivasi dalam menghafal surat-surat pendek melalui strategi
peninjauan ulang dalam pembelajaran PAI siswa kelas IV SDN 006 Psir Sialamg
Kec.Bangkinang seberang Kab.kampas
MusjafatAssjari
dan sufi Ainun Farhah. 2012. Pengaruh metode tasmi terhadap peningkatan
kemampuan menghafal surat-surat pendek al-qur’an pada anak cerebral palsy
Sugiyono,
Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Cv. Alfabeta, 2005), 21.
Mahmud
M dan Tedi Priatna, Penelitian Tindakan Kelas ( Teori dan Praktik ), ed. Ija
Suntana (Bandung: Tsabita, 2008).19-20
Sugiyono,
Statistik Untuk Pendidikan(Bandung: Alfabeta, 2010), 15.
Suharsimi
Arikunto, Preosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Cet.14. (Jakarta:
Rineka Cipta, 2006), 129.
Sumardi
Suryabrata, Metode Penelitian(Jakarta: Rajawali, 1987), 93.
Wina
Sanjaya,(2013), Penelitian Pendidikan, Jakarta:Kencana Predana Media
Group,hal.177
Setyawan
Pujiyono, “Desain Penelitian Tindakan Kelas dan Teknik Pengembangan kajian
Pustaka” (2008): 3–4.
ForMiles
M.B dan Huberman A.M, Analisa Data Kualitatif, ed. TjeTjep Rohendi Rohidi
(Malang: Wineka Media, 1984), 133.
Norman
K Denzin, Penelitian Kualitatif, 1 ed. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009).
LAMPIRAN
1.
Format
Lembar Observasi Kemampuan Belajar Tiap Siklus
Mata pelajaran : PAI dan BP
Kelas : III
Hari/Tanggal :
|
Variabel |
Indikator |
Butir
Pertanyaan |
SKor |
Keterangan |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||||
|
Kemampuan
Belajar |
Perahtian dalam KBM |
Siswa tidak berbicara sendiri ketika guru
mengajar |
|
|
|
|
|
|
siswa tidak mengantuk ketika guru mengajar |
|
|
|
|
|
||
|
Siswa suka dengan metode yang digunakan oleh guru |
|
|
|
|
|
||
|
Siswa tidak bermain sendiri ketika guru
mengajar |
|
|
|
|
|
||
|
Partisifasi
dalam KBM |
Siswa menjawab pertanyaan yang di berikan Guru |
|
|
|
|
|
|
|
Siswa bertanya kepada Guru jik tidak
bisa menjawab |
|
|
|
|
|
||
|
Siswa selalu maju didepan kelas jika
disuruh Guru |
|
|
|
|
|
||
|
Siswa aktif dalam diskusi kelompok |
|
|
|
|
|
||
|
Perasaan
Senang terhadap KBM |
Siswa merasa
senang ketika guru menggunakan metode Qazmu |
|
|
|
|
|
|
|
Siswa senang
jika guru mengajar menggunakan metode |
|
|
|
|
|
||
Keterangan :
4 = Sangat Baik
3 = Baik
2 = Cukup
1 = Kurang
2.
Format
Lembar Observasi Penilaian Aktivitas Mengajar Guru
Nama
Guru :
Materi
Pokok :
Kelas/Semester :
|
No |
Hal yang
diamati |
Skor |
|||
|
Guru |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
|
1 |
Penguasaan Materi: a. Kelancaran menjelaskan materi b. Kemampuan menjawab pertanyaan c. Keragaman pemberian contoh |
|
|
|
|
|
2 |
Sistematika penyajian: a. Ketuntasan uraian materi b. Uraian materi mengarah pada tujuan c. Urutan materi sesuai dengan SKKD |
|
|
|
|
|
3 |
Penerapan Metode: a. Ketepatan pemilihan metode sesuai materi b. Keseuaian urutan sintaks dengan metode yang digunakan c.Mudah diikuti siswa |
|
|
|
|
|
4 |
Penggunaan Media: a. Ketepatan pemilihan metode dengan materi b. Ketrampilan menggunakan metode c. Metode memperjelas terhadap mater |
|
|
|
|
|
5 |
Performance: a. Kejelasan suara yang diucapkan b. Kekomunikatifan guru dengan siswa c. Keluwesan sikap guru dengan siswa |
|
|
|
|
|
6 |
Pemberian Motivasi: a. Keantusiasan guru dalam mengajar b. Kepedulian guru terhadap siswa c. Ketepatan pemberian reward dan punishman |
|
|
|
|
Keterangan :
4 = Sangat Baik 2 =
Cukup
3 = Baik 1 = Kurang
3.
Format
Lembar Observasi Penggunaan Metode Qazmu
|
No |
Aspek
Observasi |
Tanggapan
Siswa |
Skor |
|||
|
Kegiatan Awal |
SS |
S |
J |
TP |
||
|
1 |
Guru Membuka Kegiatan Pembelajaran Dan Melakukan Pengelolaan
Kelas (Mengecek Kehadiran Siswa, Berdoa Dan Memusatkan Perhatian |
|
|
|
|
|
|
2 |
Guru Memberikan Apersepsi |
|
|
|
|
|
|
3 |
Guru Memberikan Motivasi |
|
|
|
|
|
|
4 |
Guru Mempersiapkan Metode Yang Akan Digunakan |
|
|
|
|
|
|
5 |
Guru Menjelaskan Langkah- Langkah Yang Akan Dilaksanakan |
|
|
|
|
|
|
Kegiatan Inti |
|
|
|
|
||
|
6 |
Guru Mengkondisikan Siswa Untuk Siap dengan metode Qazmu |
|
|
|
|
|
|
7 |
Guru Membacakan Qs. Al- kautsar Beserta Artinya |
|
|
|
|
|
|
8 |
Guru Menjelaskan Asbabun Nuzul Dari Surat Al- kautsar |
|
|
|
|
|
|
9 |
Guru Melakukan Sambung Ayat Dengan Siswa |
|
|
|
|
|
|
Kegiatan
Akhir |
|
|
|
|
||
|
10 |
Guru Membimbing Siswa Dalam Membaca Dan Menghafal Qs. Al-kautsar |
|
|
|
|
|
|
11 |
Guru Memberikan Evaluasi Berupa Soal Tes Estapet Ayat |
|
|
|
|
|
|
12 |
Guru Menutup Pembelajaran |
|
|
|
|
|
Keterangan :
SS = Sangat
Sering S = Sering
J = Jarang TP
= Tidak Pernah
4.
Format Lembar Observasi Kondisi Belajar Siswa
|
No |
Nama
Siswa |
Aspek
yang diamati |
|||||||||||||||||||
|
A |
B |
C |
D |
E |
|||||||||||||||||
|
1 |
Anggun |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
2 |
Anisa |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Galang Siregar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
Jihan Nur Azizah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
M. Haris |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
Seril Titi Arum |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
M. Deri Mardiansah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8 |
Rizki Purnama |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9 |
Tedi Aprian |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10 |
M. Rohmat |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Aspek yang diamati :
Keterangan :
A = Memperhatikan penyampaian materi oleh guru 1.
Kurang AKtif
B = Bekerjasama dengan teman dalam kelompok 2.
Cukup Aktif
C = Kecepatan dan ketepatan jawaban mencocokan Ayat 3. Aktif
D = Mengemukakan pendapat 4.
Sangat Aktif
E = Menjawab Kuis
5.
Format Lembar Observasi Interaksi Belajar Siswa
|
No |
Nama
Siswa |
Aspek
yang diamati |
|||||||||||||||||||
|
A |
B |
C |
D |
E |
|||||||||||||||||
|
1 |
Anggun |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
2 |
Anisa |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Galang Siregar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
Jihan Nur Azizah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
M. Haris |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
Seril Titi Arum |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
M. Deri Mardiansah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8 |
Rizki Purnama |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9 |
Tedi Aprian |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10 |
M. Rohmat |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Aspek yang diamati :
Keterangan :
A = Siswa tidak mengantuk ketika guru mengajar 1.
Kurang AKtif
B = siswa selalu maju didepan kelas jika disuruh guru 2.
Cukup Aktif
C = siswa aktif dalam diskusi kelompok 3.
Aktif
D = siswa merasa senaang ketika guru menggunakan metode qazmu 4. Sangat Aktif
E = siswa bersemangat jika guru mengajar menggunakan media
6.
Format Lembar Observasi Tes Hafalan Surat al-Kautsar
a.
Format
Penilaian
|
No |
Nama
Siswa |
Hafalan
Ayat |
Nilai |
Ketuntasan |
Tindak
Lanjut |
||||
|
1 |
Anggun |
1 |
2 |
3 |
|
T |
T |
R |
P |
|
2 |
Anisa |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3 |
Galang Siregar |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4 |
Jihan Nur Azizah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5 |
M. Haris |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6 |
Seril Titi Arum |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7 |
M. Deri Mardiansah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8 |
Rizki Purnama |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9 |
Tedi Aprian |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10 |
M. Rohmat |
|
|
|
|
|
|
|
|
*beri
tanda ceklist (√) untuk nomer ayat yang hafal
b.
Pedoman
penskoran:
hafal
3 ayat = nilai 100
hafal
2 ayat = nilai 80
hafal
1 ayat = nilai 60
Keterangan:
Siswa yang
mendapat nilai 62 dilakukan remidial
T : tuntas R :
remidial
TT : tidak tuntas P :
pengayaan
LK-11b:
Penyusunan Instrumen PTK
|
No |
Alat Instrumen |
Jenis Instrumen |
Contoh Instrumen |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1 |
Angket |
§
Daftar Cocok (Check list) §
Skala (Scala) §
Inventory (Inventory) |
Daftar Cocok (Chek list) Angket Motivasi Belajar
*beri tanda ceklist (√) untuk isian pernyataan Keterangan : SS = Sangat Setuju S =
Setuju TS = Tidak Setuju STS
= Sangat Tidak Setuju |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2 |
Wawancara |
§
Pedomana Wawacara §
Daftar Cocok (Check list) |
Pedoman Wawancara untuk Siswa: Nama Sekolah
: SDN 13 Teluk Pandan Alamat Sekolah
: Desa Talang Mulya Nama Siswa
: Anggun Kelas : Hari/ tanggal wawancara : 13 Juli 2023 1.
Apakah dalam menghafal
suart Al Kausar guru selalu menggunakan metode menghafal? 2.
Apakah kamu senang jika
dalam menghafal suart Al Kausar menggunakan metode Qazmu? 3.
Apa saja metode menghafal surat Al kautsar yang pernah digunakan? 4.
Apakah kalian ikut aktif
dalam menggunakan metode qazmu? 5.
Apakah guru kalian
melakukan evaluasi setelah pembelajaran menggunakan metode qozmu? 6.
Kesulitan apa yang kalian temui pada saat
menggunakan metode qazmu? 7.
Setelah menggunakan
metode qazmu apakah kalian lebih memahami pelajaran atau mengalami kesulitan? |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3 |
Pengamatan (Observasi) |
§
Lembar Pengamatan §
Panduan Observasi §
Daftar Cocok (Check list) |
Lembar pengamatan Observasi Tes Hafalan Surat al-Kautsar: a.
Format Penilaian
*beri tanda ceklist (√) untuk nomer ayat yang hafal b.
Pedoman penskoran: hafal 3 ayat = nilai 100 hafal 2 ayat = nilai 80 hafal 1 ayat = nilai 60 Keterangan: Siswa yang mendapat nilai 62 dilakukan remidial T : tuntas TT : tidak tuntas R : remidial P : pengayaan |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
4 |
Tes |
§
Soal Ujian §
Inventory (Inventori) |
Soal Ujian 1.
Apa yang dimaksud dengan
metode qazmu dalam menhafal Al Quran ? 2.
Sebutkan 3 macam metode
qazmu! 3.
Apakah yang dimaksud
dengan Qiro’ah? 4.
Apakah yang dimaksud
dengan Ziyadah? 5.
Apakah yang dimaksud dengan
Muroja’ah? |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
5 |
Dokumentasi |
§
Daftar Cocok (Check list) |
Daftar Cocok (Chek list) Dokumen Motivasi Belajar siswa
*beri tanda ceklist (√) untuk isian pernyataan Keterangan : SS = Sangat Setuju S =
Setuju TS = Tidak Setuju STS
= Sangat Tidak Setuju |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Komentar
Posting Komentar